Ada Gandum GURI 7 Agritan di Geltek PENAS XVII Gorontalo
Gorontalo, (17/6) – Gandum selama ini identik sebagai komoditas impor. Namun, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) terus berupaya untuk mengembangkan gandum di wilayah tropis. Sebagai langkah mengurangi ketergantungan impor.
“Untuk Komoditas yang selama ini sulit tumbuh di Indonesia yaitu gandum, kedelai, kita fokus ke sana. Kita teliti bagaimana meningkatkan produktivitas serta target meningkatkan produksi di atas standar nasional selama ini,” jelas Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Salah satu varietas gandum tropis yang saat ini menjadi sorotan adalah GURI 7 Agritan. Varietas tersebut dirancang khusus agar adaptif dengan iklim tropis Indonesia, memiliki potensi hasil yang tinggi, serta daya tahan yang baik terhadap cekaman lingkungan setempat. Kehadiran varietas ini menjadi angin segar untuk menekan ketergantungan impor gandum dan memperkuat kedaulatan pangan berbasis komoditas serealia.
Deskripsi Varietas Gandum GURI 7 Agritan
- Nama Varietas: GURI 7 Agritan.
- Umur Tanaman: 51 hst (50% berbunga) dan umur panen sekitar 92 hst.
- Batang & Daun: Tipe batang berbentuk silindris, warna tangkai daun hijau, dengan warna daun hijau kekuningan (N318).
- Komponen Malai: Memiliki jumlah malai sekitar 338 buah per m2 dengan panjang malai +/- 8 cm.
- Karakteristik Biji: Jumlah biji mencapai 29 butir per malai dengan warna bulu hijau kekuningan. Bijinya berukuran sedang, berwarna kecoklatan, dengan bobot 1000 biji sebesar 37,46 g, bobot biji/malai 1,09 g, serta bobot per liter biji mencapai 823,76 g.
- Produktivitas: Rata-rata hasil 3,03 t/ha dengan potensi hasil maksimal mencapai 5 t/ha.
- Ketahanan Penyakit: agak tahan terhadap penyakit hawar daun (Helminthosporium sativum).
- Wilayah Adaptasi: Sangat adaptif jika ditanam pada dataran menengah hingga rendah dengan ketinggian 200–800 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Sobat Sereal dapat melihat langsung performa dari varietas GURI 7 yang saat ini tengah dipamerkan dalam display Gelar Teknologi (Geltek) pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang berlangsung di Limboto, Gorontalo. Di lokasi Geltek, petani, penyuluh, dan pengunjung dari seluruh Indonesia dapat menyaksikan bukti nyata bahwa gandum kini dapat tumbuh subur di tanah air. Mari kita dukung inovasi dan modernisasi pertanian demi mewujudkan kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan!
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Jurnalis: Muchammad Fatchur Rizza